🌙 Akidah Islam – Bagian 4
Makna Tauhid Rububiyyah & Bukti Kekuasaan Allah dalam Penciptaan
Bismillahirrahmanirrahim.
Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Salawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad ﷺ, keluarga, para sahabat, dan seluruh pengikut beliau hingga hari kiamat.
Pengertian Tauhid Rububiyyah
Tauhid Rububiyyah adalah mengesakan Allah dalam perbuatan-perbuatan-Nya seperti:
-
Menciptakan
-
Mengatur alam semesta
-
Memberi rezeki
-
Menghidupkan dan mematikan
-
Menguasai seluruh kerajaan langit dan bumi
-
Mengatur takdir setiap makhluk tanpa terkecuali
Setiap muslim wajib meyakini bahwa tidak ada pencipta selain Allah, tidak ada pengatur alam selain Allah, dan tidak ada pemberi rezeki selain Allah.
Allah Ta’ala berfirman:
اللَّهُ خَالِقُ كُلِّ شَيْءٍ وَهُوَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ وَكِيلٌ
“Allah adalah Pencipta segala sesuatu, dan Dia Maha Pemelihara atas segala sesuatu.”
(QS. Az-Zumar: 62)
Ayat ini menegaskan bahwa seluruh keberadaan alam raya—langit, bumi, air, hujan, udara, tumbuhan, hewan, manusia—semuanya berada di bawah pengaturan Allah.
Fitrah Semua Manusia
Setiap manusia, meskipun ateis atau musyrik, dalam keadaan genting akan kembali kepada Allah.
Ketika kapal hampir tenggelam, ketika pesawat hampir jatuh, atau ketika dokter berkata tidak ada harapan medis lagi, semua manusia akan berkata:
“Ya Allah, selamatkan aku!”
Itu membuktikan bahwa Tauhid Rububiyyah tertanam dalam fitrah manusia, meskipun ada yang mengingkarinya dengan lisan.
Kesesatan Kaum Musyrikin
Orang-orang Quraisy di masa Rasul ﷺ sebenarnya mengakui bahwa Allah adalah Sang Pencipta dan Pengatur.
Allah berfirman:
وَلَئِنْ سَأَلْتَهُمْ مَنْ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ لَيَقُولُنَّ اللَّهُ
“Jika engkau bertanya kepada mereka siapa yang menciptakan langit dan bumi, pasti mereka menjawab: Allah.”
(QS. Luqman: 25)
Namun mereka tetap musyrik, karena mereka menyembah selain Allah dan menjadikan berhala sebagai perantara.
Mereka mengatakan:
“Kami tidak menyembah mereka, kecuali agar mereka mendekatkan kami kepada Allah.”
Inilah alasan mengapa sekadar mengakui Allah sebagai Pencipta belum cukup untuk dianggap beriman, tanpa mentauhidkan ibadah kepada-Nya.
Bukti Kekuasaan Allah di Alam Semesta
Renungilah ciptaan Allah:
1. Penciptaan Manusia
Dari setetes air yang hina, lalu menjadi janin, bayi, anak, dewasa, kemudian kembali lemah.
Tidak ada manusia yang mampu menciptakan satu sel pun.
2. Pergantian Siang dan Malam
Matahari, bulan, orbit, rotasi bumi—semua bergerak sesuai takaran.
3. Hujan dan Rezeki
Butiran-butiran hujan turun tepat pada waktunya, menjadi sumber kehidupan bagi manusia, hewan, dan tumbuhan.
4. Seluruh Sistem Kehidupan
Jantung berdetak tanpa kita perintah.
Otak bekerja tanpa kita sadari.
Udara tersedia tanpa diminta.
Semua adalah bukti kekuasaan Allah.
Apa Manfaat Mengimani Tauhid Rububiyyah?
Iman ini memberi banyak dampak nyata dalam kehidupan:
1. Hati Menjadi Tenang
Karena tahu bahwa Allah yang mengatur rezeki, bukan bos, bukan manusia, bukan keadaan.
2. Tidak Putus Asa
Karena segala sesuatu dalam genggaman Allah, tidak ada yang mustahil bagi-Nya.
3. Tidak Sombong
Karena kita sadar semua yang kita punya adalah titipan.
4. Menumbuhkan Tawakkal Sejati
Berserah diri kepada Allah setelah berusaha maksimal.
Kesimpulan Besar
Tauhid Rububiyyah adalah fondasi keimanan:
-
Allah satu-satunya pencipta
-
Allah satu-satunya pengatur
-
Allah satu-satunya pemberi rezeki
-
Allah satu-satunya yang menguasai hidup dan mati
Namun iman tidak sempurna hingga kita juga mewujudkan Tauhid Uluhiyyah, yaitu mengesakan Allah dalam ibadah.
Doa Penutup
اللهم يا مقلب القلوب ثبت قلوبنا على دينك
“Ya Allah, Dzat yang membolak-balikkan hati, tetapkan hati kami di atas agama-Mu.”
اللهم اجعلنا من أهل التوحيد الخالص
“Ya Allah, jadikan kami hamba-Mu yang bertauhid dengan ikhlas.”
Aamiin Ya Rabbal ‘Alamin.
