📌 Akidah Islam – Bagian ke-5
Iman kepada Hari Akhir (Iman bil-Yaumil Akhir)
Iman kepada Hari Akhir adalah salah satu pilar terpenting dalam akidah Islam. Tanpa keyakinan terhadap hari pembalasan dan kehidupan setelah kematian, maka kehidupan dunia akan kehilangan arah, dan manusia akan mudah tenggelam dalam maksiat serta kezaliman. Karena itulah, Allah dan Rasul-Nya memberikan penekanan yang sangat kuat mengenai hari kebangkitan, perhitungan amal, surga, dan neraka.
Pengertian Hari Akhir
Hari Akhir adalah hari ketika seluruh makhluk akan dibangkitkan dari alam kubur untuk dihisab (dihitung) amalnya, kemudian menerima balasan sesuai dengan apa yang telah mereka kerjakan di dunia. Hari ini merupakan akhir dari seluruh kehidupan dunia dan awal dari kehidupan abadi.
Allah Ta’ala berfirman dalam banyak ayat Al-Qur’an tentang Hari Akhir, salah satunya:
"Setiap yang bernyawa pasti akan merasakan mati. Dan pada hari kiamatlah akan disempurnakan balasanmu."
(QS. Ali-Imran: 185)
Ayat ini menegaskan bahwa kematian adalah pintu menuju kehidupan lain yang lebih kekal. Dunia hanyalah fase sementara, bukan tempat tinggal akhir.
🌿 Mengapa Iman kepada Hari Akhir Sangat Penting?
1. Menjaga hati dari kerusakan dan maksiat
Orang yang yakin adanya pembalasan tidak akan mudah melakukan dosa, karena ia menyadari bahwa setiap perbuatan sekecil apa pun akan dicatat dan diperhitungkan.
"Barang siapa mengerjakan kebaikan sebesar biji sawi, niscaya ia akan melihat balasannya."
"Dan barang siapa mengerjakan kejahatan sebesar biji sawi, niscaya ia akan melihat balasannya."
(QS. Al-Zalzalah: 7-8)
2. Menumbuhkan semangat beramal
Keyakinan bahwa setiap kebaikan memiliki ganjaran kekal membuat seorang mukmin berlomba dalam kebaikan.
3. Menumbuhkan kesabaran terhadap ujian
Seorang beriman memahami bahwa penderitaan dunia hanya sementara, dan kesabaran akan diganti dengan kenikmatan di akhirat.
4. Membentuk akhlak mulia
Tanpa iman kepada hari pembalasan, manusia akan hidup hanya mengikuti hawa nafsu. Keyakinan inilah yang membuat seorang muslim jujur, adil, amanah, dan rendah hati.
Tahapan-Tahapan yang Terjadi pada Hari Akhir
1. Sakaratul Maut
Saat ruh tercabut dari jasad, inilah awal perjalanan akhirat. Orang beriman akan melihat rahmat dan kabar gembira, sedangkan orang kafir akan melihat azab yang menakutkan.
2. Alam Barzakh (Alam Kubur)
Tempat menunggu hingga hari kiamat. Di sana seorang mukmin mendapat nikmat kubur, sedangkan pendosa akan merasakan siksa kubur sesuai amalnya.
3. Tiupan Sangkakala
Ketika malaikat Israfil meniup sangkakala, semua makhluk akan mati. Pada tiupan kedua, mereka akan dibangkitkan kembali.
4. Padang Mahsyar
Manusia dikumpulkan tanpa alas kaki, tanpa pakaian, tanpa harta, berdiri di bawah panas matahari yang sangat dekat. Saat itu, semua manusia menunggu keputusan Allah.
5. Hisab (Perhitungan Amal)
Amal kebaikan dan keburukan ditimbang. Orang yang menerima catatan amal dari kanan mendapat keselamatan, sedangkan yang menerima dari belakang atau kiri akan binasa.
6. Shirath
Jembatan yang sangat tipis dan tajam yang melintasi neraka. Hanya orang yang beriman yang bisa melewatinya sesuai kadar amalnya.
7. Surga dan Neraka
Dua tempat terakhir dan abadi. Orang yang beriman dan taat akan masuk surga penuh kenikmatan tanpa batas, sedangkan orang kafir dan para pembangkang akan masuk neraka penuh siksaan.
🕌 Keutamaan Orang yang Beriman kepada Hari Akhir
| Keutamaan | Penjelasan |
|---|---|
| Hidup penuh tujuan | Tidak lalai dan tidak tertipu dunia |
| Berkakhlaq mulia | Karena takut kepada Allah dan rindu pahala |
| Menjadi pribadi sabar dan kuat | Tidak mudah putus asa |
| Selalu mempersiapkan diri | Dengan taubat, ibadah, dan amal shalih |
Contoh-Contoh Amal untuk Mempersiapkan Hari Akhir
-
Shalat tepat waktu
-
Membaca Al-Qur’an dan mentadabburinya
-
Menjauhi dosa besar
-
Banyak istighfar dan taubat
-
Sedekah dan membantu sesama
-
Berbakti kepada orang tua
-
Menjaga lisan dan hati
-
Menuntut ilmu agama
🌟 Penutup
Iman kepada Hari Akhir adalah cahaya yang menerangi kehidupan seorang muslim. Siapa yang menginginkan surga, maka ia harus bersungguh-sungguh mempersiapkan diri dan memurnikan ibadah kepada Allah. Dunia hanyalah perjalanan singkat, sedangkan akhirat adalah tujuan abadi.
"Dan kehidupan akhirat itu lebih baik dan lebih kekal."
(QS. Al-A’la: 17)
Semoga Allah menjadikan kita hamba-hamba-Nya yang mempersiapkan diri sebelum ajal datang, dan menutup hidup kita dengan husnul khatimah. آمِيْن يا ربَّ العالمين.
