📍 Akidah Islam 10 Bab – Bab 2
Tauhid Rububiyyah: Mengakui Allah sebagai Pencipta, Pemilik, dan Pengatur Segala Sesuatu
Segala puji hanya milik Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad ﷺ, teladan kesempurnaan iman dan akidah.
Pendahuluan
Bab kedua dari akidah Islam adalah Tauhid Rububiyyah, yaitu keyakinan bahwa Allah satu-satunya Pencipta, Pemilik, Penguasa, dan Pengatur seluruh alam semesta, tanpa ada sekutu, tanpa pembantu, dan tanpa kekurangan sedikit pun.
Inilah fondasi pertama dalam iman seorang Muslim.
Tanpa keyakinan ini, agama tidak mungkin kokoh, dan hati tidak mungkin merasakan ketenangan.
Makna Tauhid Rububiyyah
Tauhid Rububiyyah berarti mengesakan Allah dalam tiga aspek besar:
-
Allah satu-satunya Pencipta (Al-Khaliq)
Tidak ada makhluk yang menciptakan dirinya sendiri.
Tidak ada benda yang muncul tanpa sebab.
Tidak ada kekuatan di langit dan bumi yang bisa bergerak tanpa izin Allah. -
Allah satu-satunya Pemilik (Al-Malik)
Kepunyaan siapa langit dan bumi?
Kepunyaan siapa jiwa dan kehidupan?
Kepunyaan siapa segala nikmat yang kita rasakan?
Semua milik Allah semata. -
Allah satu-satunya Pengatur (Ar-Rabb)
Dialah yang menghidupkan dan mematikan.
Dialah yang memberi rezeki dan menahannya.
Dialah yang menyembuhkan penyakit dan mendatangkan ujian.
Dialah yang mengatur perjalanan matahari, bulan, hujan, angin, takdir dan hati manusia.
Dalil Al-Qur’an tentang Tauhid Rububiyyah
Allah berfirman:
“Allah adalah Pencipta segala sesuatu, dan Allah Maha Pemelihara atas segala sesuatu.”
(Az-Zumar: 62)
Dan firman-Nya yang lain:
“Tidak ada sesuatu pun yang terjadi kecuali dengan izin Allah.”
(At-Taghabun: 11)
Dan firman-Nya:
“Hanya milik-Nya kerajaan langit dan bumi.”
(Al-Ma’idah: 120)
Ayat-ayat ini menunjukkan bahwa seluruh wujud bergantung kepada Allah dan tidak ada yang mempunyai kekuatan mandiri.
Mengapa Tauhid Rububiyyah Sangat Penting?
Karena hati manusia tidak akan pernah merasakan ketenangan sampai dia menyadari bahwa:
-
Dia tidak mengendalikan hidupnya sepenuhnya.
-
Tidak ada yang bisa memberikan manfaat kecuali Allah.
-
Tidak ada yang bisa menolak mudharat kecuali Allah.
-
Tidak ada yang bisa memberi rezeki selain Allah.
Jika seseorang memahami ini, dia akan berhenti bergantung kepada manusia, dan hanya bersandar kepada Allah.
Kesalahan Umum dalam Masalah Rububiyyah
Meskipun banyak orang mengaku beriman kepada Allah, namun masih terjatuh dalam kesalahan seperti:
-
Menganggap bahwa rezeki datang dari atasan atau pekerjaan, bukan dari Allah.
-
Menganggap kesembuhan hanya dari dokter, bukan dari Allah melalui perantara.
-
Menganggap kemenangan karena kekuatan fisik atau kecerdasan, bukan karena pertolongan Allah.
Hati yang benar akan berkata:
“Dokter hanyalah sebab, Allah yang menyembuhkan.”
“Usaha hanyalah pintu, Allah yang memberi rezeki.”
Contoh Penyimpangan Rububiyyah dalam Kehidupan Modern
Hari ini banyak orang menggantungkan takdirnya pada:
-
Ramalan bintang dan zodiak
-
Gambar jimat, batu akik, nomor keberuntungan
-
Kepercayaan bahwa malaikat atau roh orang mati bisa mengatur kehidupan
-
Keyakinan bahwa kekuasaan manusia dapat menentukan segalanya
Semua ini bentuk syirik Rububiyyah yang merusak iman.
Buah Manis dari Tauhid Rububiyyah
Siapa yang meyakini bahwa Allah satu-satunya Rabb, maka ia akan merasakan:
⭐ Ketenangan hati
Tidak takut kehilangan, tidak putus asa ketika gagal.
⭐ Keberanian
Karena tahu hidup dan mati di tangan Allah, bukan manusia.
⭐ Syukur yang mendalam
Karena memahami setiap nikmat adalah pemberian Allah.
⭐ Kesabaran dalam ujian
Karena percaya takdir Allah selalu terbaik.
Contoh Kisah Inspiratif
Seorang ulama berkata:
“Jika seluruh penduduk bumi berkumpul untuk mencelakakanmu, mereka tidak akan mampu, kecuali jika Allah telah menuliskannya. Dan jika mereka berkumpul untuk memberimu manfaat, mereka tidak akan mampu, kecuali dengan izin Allah.”
Di sinilah letak kekuatan iman.
Di sinilah ruh ketenangan seorang mukmin.
Penutup
Bab kedua akidah mengajarkan kita untuk menyerahkan diri sepenuhnya kepada Allah, percaya kepada-Nya dalam segala keadaan, dan tidak tergantung pada makhluk.
Semoga hati kita dipenuhi cahaya Tauhid Rububiyyah, sehingga hidup kita menjadi tenang, kuat, dan penuh keyakinan.
Doa Singkat
Ya Allah, teguhkan hati kami di atas iman.
Ya Rabb-ku, kami serahkan hidup dan mati kami hanya kepada-Mu.
Jadikan kami hamba yang tawakal, sabar, dan bersyukur. Amin.
