📍 Aqidah 10 Bab — Bagian 1
Makna Aqidah dan Pentingnya Tauhid dalam Kehidupan Muslim
Alhamdulillah, segala puji bagi Allah ﷻ, Tuhan semesta alam, yang menciptakan kita, memberi rezeki kepada kita, dan menjaga kita tanpa pernah lelah. Shalawat serta salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad ﷺ, penutup para nabi, suri teladan seluruh umat manusia.
Apa itu Aqidah?
Secara bahasa, aqidah berasal dari kata ‘aqd (العقد) yang berarti ikatan yang kuat, simpul yang kokoh, sesuatu yang mengikat dan tidak mudah terlepas.
Secara istilah, Aqidah adalah keyakinan pasti di dalam hati terhadap Allah, para malaikat, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, hari akhir, serta takdir baik dan buruk.
Aqidah bukan sekadar pengetahuan yang disimpan di kepala, tetapi keyakinan yang menghidupkan hati dan menggerakkan seluruh anggota badan.
Aqidah adalah fondasi, dasar bangunan kehidupan seorang Muslim—tanpa fondasi yang kuat, bangunan amal akan runtuh.
Mengapa Aqidah sangat penting?
Bayangkan sebuah pohon besar yang akarnya kuat menghujam tanah.
Ketika angin kencang atau badai menerpa, pohon itu tetap berdiri kokoh.
Demikian pula seorang Mukmin: jika aqidahnya kuat, ia tetap tenang di saat cobaan datang.
Tanpa aqidah:
-
Amal ibadah menjadi kosong dan tidak bernilai.
-
Hati mudah goyah, ragu, dan gelisah.
-
Hidup tidak memiliki arah dan tujuan.
Dengan aqidah:
-
Hidup terasa ringan meski penuh ujian.
-
Hati tenang karena yakin bahwa semua urusan berada dalam kekuasaan Allah ﷻ.
-
Jiwa merasa aman karena bergantung kepada Zat yang Maha Kuasa.
Inti Aqidah: Tauhid
Tauhid adalah inti dan pusat dari aqidah.
Tauhid berarti mengesakan Allah dalam segala bentuk ibadah, keyakinan, dan ketundukan.
Tauhid terbagi menjadi tiga:
-
Tauhid Rububiyyah – meyakini bahwa Allah satu-satunya pencipta, pengatur, dan pemilik seluruh alam.
-
Tauhid Uluhiyyah – mengesakan Allah dalam ibadah: shalat hanya kepada Allah, doa hanya kepada Allah, berharap hanya pada Allah, dan takut secara khusus hanya kepada Allah.
-
Tauhid Asma’ wa Shifat – mengimani semua nama dan sifat Allah sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an dan Sunnah tanpa mengubah, menolak, membandingkan, atau menanyakan bentuknya.
Tanpa tauhid, amal tidak diterima.
Sebagaimana seorang pekerja yang bekerja tanpa atasan—pekerjaannya tidak diakui dan tidak pernah dihitung.
Bahaya terbesar: Syirik
Musuh terbesar aqidah adalah syirik, yaitu mempersekutukan Allah dengan sesuatu dalam ibadah atau keyakinan.
Syirik dapat berupa:
-
Meminta perlindungan kepada selain Allah.
-
Meyakini bahwa makhluk bisa memberi manfaat atau mudarat tanpa izin Allah.
-
Mengagungkan manusia atau benda hingga menyerupai pengagungan kepada Allah.
-
Bergantung kepada kekuatan gaib, dukun, ramalan, atau jimat.
Syirik merusak aqidah seperti racun yang mematikan tubuh dari dalam.
Sekecil apa pun syirik, ia jauh lebih berbahaya daripada penyakit fisik.
Tanda Aqidah yang Benar dalam Kehidupan
Seorang Muslim yang memiliki aqidah kuat akan terlihat dari:
-
Kesabaran dalam ujian
-
Syukur dalam nikmat
-
Keteguhan dalam ibadah
-
Kejujuran dalam ucapan
-
Ketawaqalan dan menyerahkan semua urusan kepada Allah
Hatinya berdoa:
“Cukuplah Allah bagiku, dan Dia adalah sebaik-baik penolong.”
Setiap urusan terasa ringan karena Allah selalu menjadi tempat bergantung.
Penutup
Aqidah bukan hanya pelajaran teori.
Aqidah adalah cahaya di hati, kekuatan di jiwa, dan bahan bakar untuk segala amal.
Jika hati kita bersih dengan tauhid, seluruh hidup kita akan berubah:
-
Shalat terasa indah
-
Doa terasa dekat
-
Kesulitan terasa ringan
-
Hidup terasa bermakna
Semoga Allah ﷻ meneguhkan hati kita di atas tauhid dan menjauhkan kita dari segala jenis kesyirikan.
Aamiin ya Rabbal ‘alamin.
