🕋 Akidah Is...
 

🕋 Akidah Islam Bagian ke-7 Beriman kepada Hari Akhir (Iman bil-Yawmil Akhir)

Posts: 64
Member Admin
Topic starter
 

🕋 Akidah Islam Bagian ke-7

Beriman kepada Hari Akhir (Iman bil-Yawmil Akhir)

Akidah Islam tidak akan sempurna tanpa keimanan yang kuat kepada Hari Akhir, yaitu hari ketika seluruh makhluk dibangkitkan dan dihisab di hadapan Allah. Keyakinan ini merupakan salah satu pilar terpenting dalam keimanan seorang Muslim, setelah iman kepada Allah dan Rasul-Nya. Tanpa keyakinan kepada Hari Akhir, manusia akan hidup tanpa arah, tanpa rasa takut kepada dosa, dan tanpa harapan terhadap rahmat Allah.

Makna Hari Akhir

Hari Akhir mencakup seluruh kejadian setelah kematian, mulai dari:

  • Fitnah kubur dan pertanyaan Malaikat Munkar dan Nakir

  • Nikmat kubur atau azab kubur

  • Kebangkitan dari kubur (Al-Ba’ts)

  • Padang Mahsyar

  • Hisab (perhitungan amal)

  • Mizan (timbangan amal)

  • Shirath (jembatan di atas neraka)

  • Telaga Kausar

  • Syafaat Nabi Muhammad ﷺ

  • Surga dan Neraka sebagai tempat akhir abadi

Seorang mukmin harus percaya bahwa semua perkara ini benar-benar akan terjadi, karena Allah dan Rasul-Nya telah menetapkannya.


1. Keyakinan tentang Kematian

Setiap jiwa pasti akan merasakan mati. Tidak seorang pun bisa lari darinya, meskipun ia berlindung di benteng paling kokoh.

Sesaat setelah roh keluar dari tubuh, fitnah kubur dimulai. Dua malaikat akan bertanya kepada setiap manusia:

  • Man Rabbuka? (Siapa Tuhanmu?)

  • Ma Dinuka? (Apa agamamu?)

  • Man Nabiyyuka? (Siapa Nabimu?)

Orang-orang beriman akan mampu menjawab dengan teguh, sementara orang munafik dan kafir akan kebingungan dan tidak bisa menjawab.

Bagi orang beriman, kubur menjadi taman dari taman-taman surga, penuh cahaya dan ketenangan. Sedangkan bagi pendosa dan kafir, kubur menjadi lubang dari lubang-lubang neraka, penuh kesempitan dan azab.


2. Kebangkitan dan Hari Berkumpul (Yaumul Mahsyar)

Ketika malaikat Israfil meniup sangkakala, seluruh alam semesta hancur. Setelah tiupan kedua, semua manusia akan dibangkitkan dari kubur dalam keadaan tanpa alas kaki, tanpa pakaian, dan tanpa dikhitan. Mereka dikumpulkan di padang Mahsyar dengan matahari yang sangat dekat di atas kepala, manusia berkeringat sesuai kadar dosa mereka.

Pada hari itu, tidak ada Raja, Presiden, atau pemimpin dunia. Semua manusia sama dan menunggu keputusan Allah Yang Maha Adil. Tidak ada kekuatan selain amal dan rahmat Allah.


3. Hisab dan Mizan

Pada hari itu, setiap huruf, setiap langkah, setiap kata, dan setiap niat akan dipertanggungjawabkan, meskipun sekecil biji sawi. Buku catatan amal dibuka, dan setiap orang diperintahkan untuk membacanya sendiri. Tidak ada yang dapat mengingkari perbuatannya.

Amal-amal manusia akan ditimbang pada Mizan, timbangan keadilan Allah. Bukan jumlah besarnya yang menentukan, tetapi keikhlasan dan kesesuaian dengan sunnah.


4. Shirath dan Syafaat

Setelah hisab, manusia akan melewati Shirath, jembatan yang dibentangkan di atas neraka Jahannam, lebih halus dari rambut dan lebih tajam dari pedang. Kecepatan seseorang melewatinya sesuai kadar imannya:

  • Ada yang secepat kilat

  • Ada yang secepat angin

  • Ada yang berlari

  • Ada yang berjalan

  • Ada yang merangkak

  • Ada yang jatuh tersungkur ke neraka

Pada hari itu, Syafaat terbesar diberikan oleh Nabi Muhammad ﷺ untuk menyelamatkan umatnya yang beriman.


5. Surga dan Neraka

Setelah melewati Shirath, manusia berpisah menuju dua tempat abadi:

Surga

Tempat kenikmatan sempurna, tidak ada duka, tidak ada kematian, tidak ada sakit. Penghuninya kekal dalam rahmat Allah, mendapatkan apa saja yang diinginkan. Kenikmatan terbesar di dalam surga adalah melihat Wajah Allah.

Neraka

Tempat azab bagi orang-orang kafir, munafik, dan Muslim yang mati tanpa taubat atas dosa besar. Azabnya sangat dahsyat, tidak ada kekuatan yang mampu menahannya. Penghuninya terhina dan tersiksa selama-lamanya, kecuali mereka yang mendapat rahmat Allah.


Dampak Keimanan kepada Hari Akhir dalam Kehidupan

Orang yang beriman kepada Hari Akhir akan:

  • Selalu berhati-hati dalam setiap perbuatan

  • Meninggalkan maksiat walaupun tersembunyi

  • Meningkatkan amal shalih dan sedekah

  • Menjaga hubungan dengan manusia

  • Sabar dalam musibah

  • Tidak putus asa dalam kesulitan

  • Hidup dengan tujuan dan makna

Iman kepada Hari Akhir membangun manusia yang paling mulia, paling bertanggung jawab, dan paling jujur.


Penutup

Iman kepada Hari Akhir bukanlah sekadar teori, tetapi kekuatan yang menghidupkan hati dan menuntun manusia untuk berjalan di jalan yang lurus. Barangsiapa mempersiapkan diri dengan taubat, ibadah, dan amal kebaikan, maka ia akan mendapatkan akhir yang indah. Namun siapa yang lalai, maka penyesalan tidak akan berguna di Hari itu.

Doa

Ya Allah, kokohkan iman kami kepada Hari Akhir. Jadikan kami termasuk orang yang selamat, menerima catatan amal dengan tangan kanan, melewati shirath secepat kilat, dan masuk ke dalam surga bersama Nabi Muhammad ﷺ.

Aamiin ya Rabbal ‘Alamin.


 


 
Posted : 09/12/2025 10:58 am
Scroll to Top