🕌 Akidah Islam 10 dari 10
Bab: Husnul Khatimah – Akhir yang Indah di Sisi Allah
Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam, Penguasa hari pembalasan, Pemilik kehidupan dan kematian. Shalawat serta salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad ﷺ, keluarga beliau, para sahabat, dan semua orang yang mengikuti petunjuk beliau hingga hari kiamat.
Saudaraku seiman,
Di antara prinsip terpenting dalam akidah Islam adalah keyakinan akan pentingnya Husnul Khatimah, yaitu berakhirnya hidup seseorang dalam keadaan diridhai Allah, dengan keimanan yang utuh dan amal salih yang diterima.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Sesungguhnya setiap kalian akan dibangkitkan sesuai dengan keadaan ketika ia meninggal.”
(HR. Muslim)
Maka seorang mukmin yang sejati tidak hanya memikirkan bagaimana ia hidup, tetapi juga memikirkan bagaimana ia ingin meninggal.
🌿 Makna Husnul Khatimah
Husnul Khatimah adalah:
-
Meninggal dunia dalam keadaan iman kepada Allah,
-
Mengucapkan kalimat tauhid La ilaha illallah di akhir ucapan,
-
Terhindar dari dosa besar tanpa taubat,
-
Meninggal dalam keadaan menjalankan ketaatan,
-
Diridhai dan dicintai Allah ketika ruh diambil.
Bukan berarti seseorang harus mati di masjid, atau ketika sedang shalat, atau ketika sedang membaca Al-Qur’an—meskipun itu adalah karunia yang sangat besar—namun yang terpenting adalah keadaan hati ketika ajal datang.
Karena ajal tidak memberi pemberitahuan, dan kematian tidak menunggu seseorang bertaubat.
⏳ Rahasia Akhir Hidup
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Sesungguhnya seseorang beramal seperti amalan ahli surga menurut pandangan manusia, namun pada akhirnya ia beramal dengan amalan ahli neraka lalu ia masuk ke dalamnya. Dan seseorang beramal seperti amalan ahli neraka menurut pandangan manusia, namun pada akhirnya ia beramal dengan amalan ahli surga lalu ia masuk ke dalamnya.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Hadits ini menunjukkan bahwa:
-
Yang menentukan adalah akhir hidup, bukan awalnya.
-
Keikhlasan adalah ruh dari semua amal.
-
Allah mengetahui isi hati, meskipun manusia tertipu oleh penampilan.
Maka kita meminta dari Allah agar memantapkan hati di atas ketaatan hingga akhir kehidupan.
🕋 Bagaimana Meraih Husnul Khatimah?
1. Istiqamah di atas Tauhid
Tauhid adalah pondasi seluruh amalan. Tidak ada Husnul Khatimah bagi orang yang meninggal dalam keadaan syirik dan tidak bertaubat. Karena Allah tidak mengampuni syirik kecuali dengan taubat.
2. Menjaga Shalat
Shalat adalah tiang agama. Ia pembeda antara iman dan kufur. Barang siapa menjaga shalat, ia menjaga agamanya.
3. Banyak Beristighfar dan Bertaubat
Setiap manusia melakukan dosa. Tetapi yang terbaik adalah yang segera kembali kepada Allah.
4. Memperbaiki Hati
Tidak ada amal yang diterima tanpa hati yang ikhlas dan bersih dari riya’, hasad, sombong, dan kebencian.
5. Memperbanyak Doa
Rasulullah ﷺ mengajarkan doa:
“Ya Muqallibal Qulub, tsabbit qolbi ‘ala dinik.”
“Wahai Dzat Yang Membolak-balikkan hati, tetapkanlah hatiku di atas agama-Mu.”
6. Memperbanyak Membaca Al-Qur’an
Al-Qur’an adalah cahaya hati dan syafaat pada hari kiamat.
7. Beramal dalam keadaan siap dipanggil kapan saja
Seorang mukmin hidup setiap hari seperti hari terakhir.
🌙 Tanda-tanda Husnul Khatimah
Di antara tanda Husnul Khatimah yang disebutkan ulama:
-
Mengucapkan La ilaha illallah ketika ajal.
-
Meninggal dalam keadaan amal salih.
-
Meninggal pada hari Jumat.
-
Dahi berkeringat.
-
Wajah berseri dan tersenyum.
-
Meninggal syahid—baik di medan perang maupun syahid karena penyakit tertentu atau keadaan lain yang ditetapkan syariat.
Namun, tanda-tanda itu bukan standar mutlak—yang paling menentukan adalah keadaan hati.
💔 Su’ul Khatimah – Akhir yang Buruk
Su’ul Khatimah adalah:
-
Meninggal dalam keadaan maksiat.
-
Meninggal dengan hati penuh kebencian dan kemunafikan.
-
Meninggal tanpa iman dan tanpa taubat.
Na’udzubillah.
Maka seorang mukmin tidak pernah merasa aman, tetapi selalu berharap kepada rahmat Allah dan takut terhadap hukuman-Nya.
🌟 Penutup
Saudaraku,
Setiap detik adalah kesempatan terakhir.
Setiap napas adalah langkah menuju kubur.
Setiap amal adalah persiapan untuk bertemu Allah.
Kemenangan terbesar bukanlah hidup panjang dan kaya, tapi meninggal dalam keadaan diridhai Allah.
Mari kita berdoa:
Ya Allah, berikan kami Husnul Khatimah.
Ya Allah, wafatkan kami dalam keadaan beriman dan mentauhidkan-Mu.
Ya Allah, jauhkan kami dari Su’ul Khatimah dan fitnah dunia.
Ya Allah, kumpulkan kami bersama Rasulullah ﷺ di surga Firdaus.
Amin ya Rabbal ‘alamin.
