🕌 Aqidah Islam 10 Bab – Bagian 3
Iman kepada Kitab-Kitab Allah – Cahaya yang Menuntun Kehidupan
Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Shalawat dan salam semoga terlimpah kepada Nabi Muhammad ﷺ, penutup para nabi, serta keluarga dan para sahabatnya yang telah menjaga agama ini dengan pengorbanan besar.
Pendahuluan
Dalam perjalanan keimanan seorang muslim, memahami iman kepada kitab-kitab Allah merupakan pilar yang sangat agung. Tanpa keyakinan ini, seorang hamba akan tersesat di tengah kegelapan kehidupan, karena ia tidak memiliki cahaya yang menuntun langkahnya. Kitab-kitab Allah adalah petunjuk, rahmat, dan peringatan, agar manusia hidup sesuai kehendak Pencipta, bukan mengikuti hawa nafsu atau pendapat pribadi.
Iman kepada kitab-kitab Allah berarti meyakini dengan sepenuh hati bahwa Allah ﷻ benar-benar menurunkan kitab-kitab kepada para rasul-Nya, untuk memberi hidayah kepada umat manusia. Kitab-kitab itu benar, suci, dan penuh hikmah, tanpa keraguan sedikit pun.
Daftar Kitab-Kitab Allah yang Harus Diimani
Seorang muslim wajib mengimani kitab-kitab yang disebutkan dalam Al-Qur'an, yaitu:
-
Al-Qur’an – diturunkan kepada Nabi Muhammad ﷺ
-
Taurat – diturunkan kepada Nabi Musa عليه السلام
-
Zabur – diturunkan kepada Nabi Dawud عليه السلام
-
Injil – diturunkan kepada Nabi Isa عليه السلام
-
Suhuf Ibrahim – lembaran kepada Nabi Ibrahim عليه السلام
-
Suhuf Musa – lembaran lain sebelum Taurat
Selain kitab-kitab yang diketahui namanya, kita juga beriman bahwa masih ada kitab lain yang Allah turunkan dan tidak disebutkan secara rinci dalam Al-Qur’an. Ini termasuk bagian dari iman kepada yang ghaib.
Keutamaan dan Hikmah Diturunkannya Kitab-kitab Allah
Kitab-kitab Allah bukan sekadar tulisan, tetapi cahaya ilahi yang mengubah manusia menjadi mulia. Di antaranya:
1. Menunjukkan jalan menuju Surga
Tanpa wahyu, manusia tidak tahu tujuan hidup, tidak tahu cara beribadah, dan tidak tahu bagaimana mendekat kepada Allah.
2. Menjadi timbangan kebenaran
Kitab-kitab Allah memisahkan antara yang hak dan yang batil, antara petunjuk dan kesesatan.
3. Menghapus perselisihan
Manusia, tanpa wahyu, akan saling bertentangan menggunakan logika masing-masing.
4. Pendidikan akhlak dan penyucian jiwa
Aqidah tanpa akhlak adalah bangunan tanpa dasar, dan kitab-kitab Allah mendidik manusia untuk menjadi pribadi yang bersih, jujur, sabar, dan bertakwa.
Al-Qur'an: Kitab Terakhir dan Penyempurna Segala Kitab
Al-Qur’an adalah kitab terakhir, dan menjadi penutup serta pembenar kitab-kitab sebelumnya. Ia terjaga dari perubahan hingga Hari Kiamat, tidak seperti kitab-kitab terdahulu yang telah mengalami tahrif (perubahan) oleh manusia.
Allah berfirman:
"Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al-Qur’an dan sesungguhnya Kami pula yang menjaganya."
(QS. Al-Hijr: 9)
Al-Qur'an bukan hanya bacaan yang indah, tetapi manhaj kehidupan, solusi untuk masalah dunia dan akhirat, obat untuk hati, dan cahaya bagi jiwa yang gelisah.
Bagaimana Cara Seorang Muslim Beriman kepada Kitab-kitab Allah?
1. Meyakini bahwa semua berasal dari Allah
Tidak ada keraguan, tidak ada penolakan, tidak ada keraguan logika.
2. Mengikuti kitab yang terakhir, yaitu Al-Qur’an
Syariat terdahulu telah dihapus dengan turunnya Al-Qur’an.
3. Menyikapi kitab sebelumnya dengan benar
Kita mengimani bahwa Taurat, Zabur, dan Injil asalnya benar, tetapi tidak lagi asli, dan kita hanya mengikuti Al-Qur’an sebagai penutup wahyu.
4. Membaca, mempelajari, dan mengamalkan Al-Qur’an
Iman tanpa amal adalah ibarat pohon tanpa buah.
5. Menjadikan Al-Qur’an sebagai hakim dalam setiap keputusan
Dalam keluarga, bisnis, politik, dan ibadah.
Tanda-tanda Orang Beriman kepada Kitab Allah
| Tanda Iman Sejati | Penjelasan |
|---|---|
| Hatinya tenang dengan ayat-ayat Allah | Mendapat ketenangan dan kekuatan |
| Selalu berusaha memahami Al-Qur’an | Membaca, mempelajari tafsir, mengambil pelajaran |
| Mengamalkan dan memperjuangkan isinya | Tidak hanya membaca tanpa amal |
| Menyerahkan seluruh keputusan pada syariat Allah | Tidak mendahulukan logika atau budaya |
| Menjadikan Al-Qur’an sebagai obat ruhani | Menyembuhkan ketakutan, kesedihan, dan kegelapan hati |
Penutup – Cahaya Tidak Akan Padam
Wahai saudara-saudara muslim, berpeganglah pada Al-Qur’an dengan kuat, karena kemuliaan kita ada dalam kedekatan dengan kitab ini. Umat Islam menjadi mulia selama mereka hidup dengan Al-Qur’an, dan menjadi hina ketika meninggalkannya.
Jika engkau ingin hidup bahagia,
Jika engkau ingin dikuatkan dalam cobaan,
Jika engkau ingin akhir yang indah,
Maka hiduplah bersamanya, bukan hanya meletakkannya di rak.
Semoga Allah menjadikan kita ahli Al-Qur’an,
pembaca, pengamal, dan penyebar cahaya-Nya.
Doa
Ya Allah, jadikan Al-Qur’an cahaya hati kami, penawar kesedihan kami, penghapus kegelisahan kami, dan penuntun kami menuju Surga-Mu.
Aamiin ya Rabbal ‘alamin.
