📌 Hadis Bag...
 

📌 Hadis Bagian 8 dari 10 Keutamaan Menjaga Lisan dan Amanah dalam Islam

Posts: 64
Member Admin
Topic starter
 

📌 Hadis Bagian 8 dari 10

Keutamaan Menjaga Lisan dan Amanah dalam Islam

(Ditulis panjang dan mendalam dalam Bahasa Indonesia)


Dalam ajaran Islam, Rasulullah ﷺ memberikan perhatian yang sangat besar terhadap akhlak lisan dan amanah. Di antara hadis yang sangat masyhur adalah sabda beliau ﷺ:

"Barang siapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir, maka hendaklah ia berkata yang baik atau diam."
(HR. Bukhari & Muslim)

Hadis ini adalah mutiara emas yang mengajarkan bagaimana seorang Muslim seharusnya mengendalikan setiap kata yang keluar dari mulutnya. Betapa banyak manusia yang terjatuh ke dalam dosa besar bukan karena tangan mereka, tetapi karena lidah yang tidak dijaga. Fitnah, adu domba, ghibah, kebohongan, cemoohan, dan kata-kata yang melukai hati adalah senjata yang lebih tajam daripada pedang. Luka pedang akan sembuh, tetapi luka lisan bisa membekas seumur hidup.

🌿 Makna Mendalam Hadis Ini

Iman bukan sekadar pengakuan di lisan, tetapi harus tercermin dalam perilaku. Orang yang benar-benar beriman akan:

  1. Berbicara dengan kebenaran, bukan kebohongan.

  2. Menguatkan bukan meruntuhkan, memberi semangat bukan menghina.

  3. Menjaga martabat orang lain, bukan membuka aib saudara Muslim.

  4. Diam ketika perkataan hanya membawa dosa.

Para ulama mengatakan:

Diam adalah ibadah ketika kata-kata berpotensi menjadi maksiat.

Rasulullah ﷺ juga bersabda:

"Seorang hamba mengucapkan satu kalimat yang ia anggap sepele, tetapi menyebabkan ia terjatuh ke dalam neraka lebih dalam dari jarak timur dan barat."
(HR. At-Tirmidzi)

Begitulah bahayanya lisan. Satu kalimat bisa menyakiti hati, merusak hubungan keluarga, memecah umat, bahkan menghancurkan reputasi seseorang selamanya.


🌙 Amanah: Tanda Keimanan yang Sebenarnya

Dalam hadis lain Rasulullah ﷺ bersabda:

"Tidak ada iman bagi orang yang tidak memiliki amanah."
(HR. Ahmad)

Amanah bukan hanya tentang menyimpan barang titipan, tetapi mencakup:

  • Menepati janji

  • Menjaga rahasia

  • Memenuhi tanggung jawab pekerjaan

  • Jujur dalam perdagangan

  • Tidak menipu dalam perkataan dan tindakan

Hari ini kita melihat banyak orang yang rajin ibadah—shalat, puasa, sedekah—namun ketika bertransaksi mereka curang, ketika berbicara mereka bohong, ketika berjanji mereka melanggar. Padahal amal tersebut menjadi sia-sia jika tidak disertai amanah dan kejujuran.

✨ Para Sahabat dan Amanah

Para Sahabat Rasulullah ﷺ dikenal sangat menjaga amanah. Abu Ubaidah bin Al-Jarrah رضي الله عنه diberi gelar:

"Al-Aminu hadzihil ummah" — orang yang sangat terpercaya di kalangan umat ini.

Rasulullah ﷺ pun dijuluki oleh kaum Quraisy, sebelum kenabian, sebagai:

Al-Amin (yang Terpercaya).

Ini menunjukkan bahwa kepercayaan adalah fondasi dakwah dan keberhasilan hidup. Orang tidak akan percaya pada dakwah seseorang jika lisannya kotor dan karakternya buruk.


🌟 Pelajaran Besar dari Hadis Ini

Nilai Penjelasan
Menjaga lisan Ucapkan kebaikan, jauhi keburukan
Diam adalah ibadah Saat ragu, lebih baik diam
Amanah adalah inti iman Mustahil iman sempurna tanpa kejujuran
Perbaiki akhlak Akhlak yang baik lebih berat dari ibadah sunnah

🌾 Cara Mengamalkan Hadis Ini dalam Kehidupan Sehari-hari

  • Berpikir sebelum berbicara: Apakah ini bermanfaat? Apakah menyakiti?

  • Hindari gosip dan fitnah meskipun dalam bercanda.

  • Jaga rahasia orang lain seperti menjaga kehormatan sendiri.

  • Penuhi janji walau kecil.

  • Memaafkan orang yang bersalah dan tidak membalas dengan kata kasar.

  • Gunakan lisan untuk dzikir, nasihat, dan menguatkan hati orang lain.


🌤 Penutup

Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang:

  • Lembut lisannya

  • Bersih hatinya

  • Dipercaya semua orang

  • Dan memberikan manfaat melalui setiap kata yang diucapkan

Rasulullah ﷺ bersabda:

"Mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya."


 
Posted : 09/12/2025 11:04 am
Scroll to Top