📌 Hadits Se...
 

📌 Hadits Series Bagian 4 Larangan Marah & Keutamaan Mengendalikan Emosi

Posts: 64
Member Admin
Topic starter
 

📌 Hadits Series Bagian 4

Larangan Marah & Keutamaan Mengendalikan Emosi

(Pelajaran Akhlak dari Sabda Rasulullah ﷺ)

Pendahuluan

Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi Muhammad ﷺ, penutup para nabi, teladan terbaik bagi manusia. Dalam kesempatan ini, kita akan mempelajari sebuah hadits yang sangat pendek, namun memiliki makna yang sangat dalam dan aplikatif dalam kehidupan sehari-hari.

Hadits ini diriwayatkan oleh Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu. Beliau berkata:

Ada seorang lelaki yang datang kepada Rasulullah ﷺ dan berkata: "Wahai Rasulullah, berilah aku nasihat."
Rasulullah ﷺ menjawab, "Jangan marah."
Lelaki itu mengulangi permintaannya beberapa kali, dan beliau tetap menjawab, "Jangan marah."

(HR. al-Bukhari)

Walaupun singkat, hadits ini mengandung hikmah besar yang mampu mengubah kehidupan seseorang jika diamalkan dengan sungguh-sungguh.


Makna dari Nasihat Rasulullah ﷺ

Orang yang datang kepada Rasulullah ﷺ pastilah ingin mendapatkan nasihat yang ringkas dan menyeluruh. Dan Rasulullah, dengan kebijaksanaan yang sempurna, memilih satu nasihat yang mencakup kebaikan dunia dan akhirat, yaitu:

"Jangan marah."

Dalam bahasa Arab disebut لَا تَغْضَبْ (Lā taghdhab).

Kenapa Rasulullah ﷺ tidak memberikan nasihat lain?
Karena kemarahan adalah pintu masuk setan, yang dapat merusak akal, merusak ucapan, merusak perilaku, dan akhirnya merusak hubungan manusia.

Banyak dosa besar dan kerusakan yang terjadi karena kemarahan:

  • Pembunuhan terjadi karena marah.

  • Perceraian terjadi karena marah.

  • Pertengkaran keluarga terjadi karena marah.

  • Persahabatan hancur karena marah.

  • Manusia jatuh dalam kata-kata yang disesali seumur hidup karena marah.

Kemarahan ibarat api. Jika tidak dikendalikan, ia akan membakar semua kebaikan yang sudah kita bangun bertahun-tahun.


Marah itu Manusiawi, tapi Mengendalikannya adalah Iman

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Orang kuat bukanlah yang menang dalam bergulat, tetapi orang kuat adalah yang mampu mengendalikan dirinya ketika marah.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Artinya, kekuatan sejati bukanlah fisik, bukan suara keras, bukan kekuasaan, tetapi kekuatan spiritual dan akhlak.

Siapa pun bisa marah.
Tetapi tidak semua orang mampu mengendalikan kemarahan.
Dan di sinilah derajat seorang mukmin diuji.


Cara Mengendalikan Kemarahan Menurut Sunnah

Rasulullah ﷺ memberikan beberapa langkah praktis untuk meredam amarah:

1. Mengucapkan Ta‘awudz

A‘ūdzu billāhi minasy-syayṭānir-rajīm

Karena marah adalah bisikan setan yang menyalakan api kebencian.

2. Mengubah posisi

  • Jika sedang berdiri → duduk.

  • Jika sedang duduk → berbaring.

Karena fisik mempengaruhi kondisi hati.

3. Berwudhu

Kemarahan itu api, dan api dipadamkan dengan air.

4. Diam, jangan berbicara

Karena kata-kata yang keluar saat marah sering melukai orang lain.

5. Tinggalkan tempat konflik

Bukan lari dari masalah, tetapi menyelamatkan diri dari kerusakan.


Contoh Kehidupan Nyata

Bayangkan suami istri bertengkar karena hal kecil. Jika mereka mengikuti hadits ini:

  • tidak membalas kata-kata kasar

  • tidak meninggikan suara

  • memilih diam dan berwudhu

Maka rumah tangga tetap damai, cinta tetap utuh, dan anak-anak pun tumbuh dalam ketenangan.

Bayangkan teman yang hampir berkelahi karena salah paham.
Jika salah satu berkata:
“Saya lebih memilih pahala daripada menang.”
Maka hubungan tetap terjaga.

Inilah kemenangan sejati.


Hasil dari Mengendalikan Amarah

Siapa yang mampu menahan marahnya, Allah menjanjikan kemuliaan besar. Rasulullah ﷺ bersabda:

"Barang siapa menahan marah padahal ia mampu melampiaskannya, Allah akan memenuhi hatinya dengan keimanan."
(HR. Abu Dawud)

"Dan Allah akan memanggilnya di hadapan seluruh makhluk dan mempersilakannya memilih bidadari mana yang ia inginkan."
(HR. Tirmidzi)

Betapa agung balasan bagi orang yang menahan marah demi Allah.


Penutup & Pesan untuk Hati

Saudaraku seiman,
Jalan menuju surga tidak selalu diisi dengan shalat, puasa, dan sedekah saja. Kadang pintunya berada pada hal yang sederhana, seperti mengendalikan kemarahan.

Mulai hari ini, mari berdoa:

“Ya Allah, karuniakan kepada kami hati yang tenang dan lisan yang lembut.
Jauhkanlah kami dari amarah yang merusak, dan jadikan kami hamba yang sabar.”

Semoga Allah menjadikan kita termasuk orang-orang yang kuat di sisi-Nya.
Aamiin ya Rabb al-‘alamin.


📍 Tema Selanjutnya (Bagian 5)

Keutamaan Silaturahmi dan Bahaya Memutuskan Hubungan

Jika siap, saya akan menulisnya sepanjang mungkin seperti bagian ini.


 
Posted : 09/12/2025 11:03 am
Scroll to Top